Penggunaan Bahasa Induksi Dalam Hipnosis dan Penerapannya

Sehubung dengan yang mau belajar hipnosis. Saya akan memberikan Skrip(Skrip adalah sugesti yang harus diucapkan) mengenai cara berbicara yang benar dalam menghipnosis. Jadi, dalam menghipnosis kita harus tahu aturan-aturan berbicara ke objek.
Aturan-aturan dasar berbicara :
1. Hindari pemakaian kata negatif

Kata-kata negatif yang saya maksudkan adalah kata “Tidak” , “Jangan”, dan “Dilarang”. Anda tidak akan berhasil menghipnosis jika menggunakan kata negatif. Lihatlah perbandingan sebagai berikut.
Salah           : “Sekarang tangan anda menyatu dan tidak bisa dibuka”

Benar : “Tangan anda sudah terkunci rapat”

Salah : “Anda tidak suka dengan rokok”

Benar : ” Jika anda merokok anda akan batuk dan nantinya anda akan berhenti merokok”

Mengapa demikian?

Hal ini disebabkan dalam keadaan “Trance”, otak kita hanya menerjemah kata-kata yang bersifat positif. Jika kita mengatakan “Tidak bisa dibuka”, maka otak menerjemahkan menjadi “Bisa dibuka”. Salah satu pengalaman berharga saya begini : Suatu hari, saya menghipnosis seorang anak kecil dan saya katakan :

“Mulai sekarang kamu sudah tidak rewel lagi.” Namun, anak tersebut kian hari makin rewel saja. Saya langsung konsultasi kepada guru yang mengajar saya dan ternyata saya salah dalam memberikan sugesti. Kejadian tersebut terjadi pada awal mula saya belajar hipnosis. Oleh karena itu, hindari pemakaian kata negatif.
Jika terpaksa?

Jika sudah terlanjur mengatakan “Tidak”, maka kita harus memberikan sebuah sugesti baru yang berkaitan.
Contoh :

Salah                    : “Tangan anda tidak bisa dibuka”

Perbaikan    : “Tangan anda tidak bisa dibuka namun terkunci rapat sekali”
Otak akan berpikir membuka namun karena mendengar terkunci rapat, maka otak akan mengunci tangan.
2. Berbahasa sopan dan halus

Pakailah bahasa yang sopan dan halus sekali dalam berbicara. Gunakanlah kata “anda” dan jangan sekali-kali menggunakan kata “loe”, “kau”, dll. meskipun objek lebih muda dari kita.
3. Intonasi dan lafal

Anda cedal (tidak bisa mengucapkan konsonan “r”), jika cedal, nampaknya agak sedikit sulit ya. Dalam memberikan sugesti, kita harus memberikan intonasi / penekanan suara yang tepat. Contohnya adalah :
“Tangan anda terasa BERAT karena anda sedang memegang sebuah BATU”

Intonasi yang tepat adalah diberikan pada tujuan sugesti tersebut. Misalnya, jika kita menginginkan si objek untuk merasakan tangannya berat, maka penekanan suara diberikan pada kata BERAT.
4. Sugesti berulang-ulang

Dalam memberikan sugesti tidak bisa hanya sekali saja, namun harus berulang-ulang. Hal ini ditujukan agar otak menerjemahkan sugesti secara tepat. Ulangilah sugesti tersebut jika objek masih belum melakukan apa yang kita sugestikan. Bahkan, saya pernah menangani objek yang saya sugesti selama 1 jam (parah).

Faktor ini bukan kesalahan kita yang menghipnosis, namun kemampuan otak si objek menerima sugesti. Objek saya bagi menjadi beberapa ya :
1. Objek super peka         (10% dari masyarakat)

2. Objek moderat             (85% dari masyarakat)

3. Objek sulit                  (5% dari masyarakat)
Untuk pemula diharapkan mencari objek super peka dengan menggunakan tes sugesti yang saya berikan.

Pahamilah dahulu teknik berbicara, jika ada pertanyaan silahkan tanyakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: