Kalimantan Rajanya Minyak Ghaib

Terbuat dari tumbuhan dicampur sama bagian tubuh hewan hutan dan menggunakan mantra bintang hidup kemudian dipuasakan. siapa yang tidak kenal yang dinamakan dengan minyak bintang ( jika terluka diberi minyak ini langsung rekat dalam sekejab )
Minyak hadangan / banteng:

Untuk mencari orang hilang atau minggat untuk dioles ke perempuan agar datang ke rumah.
Minyak bubut sambung tulang

Di ambil di daerah gunung sarang burung bubut yang gatal kemudian diambil anak bubut yang baru lahir yang jika dipatah sayapnya akan membaik besoknya (Terkenal di daerah bati – bati kalimantan orang yang tabrakan patah tulang langsung dibawa kesini langsung sambung tulangnya)
Minyak  sambung nyawa

(minyak ghaib kuat untuk menyambung tulang yang patah)
Minyak sambung maut

(minyak ghaib kuat untuk menyambung tulang yang patah)
Minyak 9 wali & malaikat

Semua benda gaib yang berniat tidak baik hancur orang menggunakan ilmu hitam(untalan) akan muntah darah jika masuk ke rumah yang memiliki minyak ini.
Minyak pintu rejeki,

Insya Allah akan melariskan barang dagangan dalam waktu 1 – 3 bulan.
Minyak cancang saluang,

Minyak yang bisa menyatukan kembali badan yang terputus hanya dengan menyiram air campur minyak cancang seluang kebagian yang terputus akan satu kembali, pembuatanya menggunakan ikan seluang dicoba dipotong potong lalu disiramkan akan satu kembali
Minyak 9 nyawa.

Banyak minyak ini telah dipalsukan oleh orang kebanyakan dan kami pastikan minyak kami ASLI langsung diambil dari pembuatnya teman guru saya sendiri di kampung minyak asli dari kalimantan. Jika tidak terbukti Boleh kembalikan.

Cara Membuka Mata Bathin

Kami tunjukkan kepada anda semua cara membuka mata batin dengan mendapatkan diri / bertaqorrub kepada Allah Swt.
a) Berpuasalah 7 Isnin, 7 Khamis tanpa putus. Jadi setiap hari Isnin dan Khamis, anda harus berpuasa berturutan sampai 7 kali Isnin dan 7 kali Khamis tanpa putus. Hindarilah makanan yang asalnya bernyawa.

Mulailah puasa pada hari Isnin bertarikh 12 atau 13 hari bulan atau 14 Hijriyah pada saatbulan masih mengambang.

Jangan sampai memulai puasa pada saat tanggal 15, saat bulan purnama.
Sediakan air hujan secukupnya.
Khusus pada hari Isnin Permulaan Puasa, anda harus melakukan ritual ini pada pukul 2400 tengah malam.
Solat hajat khusus, Selesai salam, tulis asma ini 52 X pada piring kaca, lalu lebur dengan air hujan sampai benar-benar terhapus:
Kemudian anda minumnya sambil membaca :
“Alaa Ya’lamu man Kholaq, Wahuwal-Lathiful Khobir” “3 X
b) Tentunya di dahului dengan membaca Bismilah.
c) Pada saat puasa , setelah selesai solat Isya’ anda harus mewiridkan :
“Ya Khobiir” 812 X
Salawat ini 41 X

“ALLAHUMMA SHOLLI’ALA SAYYIDINA MUHAMMAD SHOALAATAN TUTHLI’ANABIHAA MAQOSHIDAL QULUBI WATUKSYIFUNA QULUUBI WABAARIK WASALLAM”
d) Pada saat puasa, setelah melakukan solat hajat khusus, anda harus mewiribkan 9 asma Husna 41 X,

Pada hari Isnin permulaan puasa, amalan no.3 tetap di kerjakan sebelum ritual khusus (sesudah Isya’) dan amalan point no.4 di kerjakan setelah melalukan ritual khusus.

e) Sedang untuk hari-hari biasa, baik antara laku atau mati nanti sesudah menjalani 7 Isnin – 7 Khamis, anda harus mengamalkan secara rutin :

- Setiap selepas sholat Magrib :

- 9 Asma ‘ul Husna X 5

- Yaa Khobir X 11

- Sholawat X 7

- Tiap selesai solat fardu maka :

Baca Yaa Bathiinu 200 X atau langsung 1000 X sekaligus dalam sehari.

f) Agar lebih cepat merasakan hasilnya, tolong anda hindari daging dan telor dalam makanan sehari-hari anda. Menghindari di sini. Ini bukan berarti menindakkan sama sekali,

g) Apabila suatu saat anda ingin mengetahui hal-hal yang sifatnya tersembunyi / ghaib, maka bacakanlah :

- Al-Fatihah 1 X

- Yaa Khobir 1 X

- Sholawat 1 X

PENGETAHUAN MISTIS

Hakikat Pengetahuan Mistis

Mistis adalah pengetahuan yang tidak rasional. Ialah pengetahuan (ajaran atau keyakinan) tentang Tuhan yang diperoleh melalui latihan meditasi atau latihan spiritual, bebas dari ketergantungan indera atau rasio. Pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang tidak dapat dipahami rasio. Dalam Islam yang termasuk pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang diperoleh melalui jalan tasawuf. Pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang supra rasional tetapi kadang-kadang mempunyai bukti empiris.

Struktur Pengetahuan Mistis

Mistis magis ialah mistis yang mengandung kekuatan tertentu dan biasanya untuk mencapai tujuan tertentu. Mistis magis dapat dibagi dua, yaitu mistik-magis-putih dan mistik-magis-hitam. Perbedaan mendasar ada pada segi filsafat. Magis putih selalu dekat dan berhubungan serta bersandar pada Tuhan sehingga dukungan Illahi sangat menentukan. Pada nabi disebut Mukzijat dan pada selain nabi disebut karomah.

Magis hitam selalu dekat, bersandar, bergantung pada kekuatan roh jahat. Jiwa-jjiwa yang memiliki kemampuan magis ini dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

  • Pertama, mereka yang memiliki kemampuan atau pengaruh melalui kekuatan mental atau himmah.
  • Kedua, mereka yang melakukan pengaruh magisnya dengan menggunakan watak benda-benda atau elemen-elemen yang ada didalamnya, inilah yang disebut jimat.
  • Ketiga, mereka yang melakukan pengaruh magisnya melalui kekuatan imajinasi sehingga menimbulkan berbagai fantasi pada orang yang dipengaruhi, seperti pesulap.

Epistemologi Pengetahuan Mistik

Pengetahuan mistik ialah pengetahuan yang diperoleh tidak melalui indera dan bukan melalui rasio. Pengetahuan ini diperoleh melalui rasa dan hati. Yang menjadi objek pengetahuan mistis ialah objek yang abstrak-supra-rasional, seperti alam gaib, Tuhan, malaikat, surga, neraka, jin, dll. Pada umumnya cara memperoleh pengetahuan mistis adalah latihan yang disebut dengan riyadhah, dari situ manusia dapat memperoleh pencerahan, memperoleh pengetahuan.
Kebenaran pengetahuan mistis diukur dengan berbagai ukuran. Ada kalanya ukuran kebenaran pengetahuan mistis itu kepercayaan. Jadi, sesuatu dianggap benar jika kita mempercayainya. Ada kalanya juga kebenaran suatu teori diukur dengan bukti empiris, yaitu ukuran kebenaran. Sulit memahami jika sesuatu teori dalam pengetahuan mistis bila pengetahuan itu tidak punya bukti empirik, sulit diterima karena secara rasional tida terbukti dan bukti empirik pun tidak ada.

Aksiologi Pengetahuan Mistik

Pengetahuan mistik itu amat subjektif, yang paling tau penggunaannya ialah pemiliknya. Di kalangan sufi kegunaannya yaitu dapat menentramkan jiwa mereka, mereka menggunakan pengetahuannya untuk kebaikan. Mistis magis hitam dikatakan hitam karena penggunaannya untuk kejahatan.
Cara pengetahuan mistis menyelesaikan masalah tidak melalui proses inderawi dan tidak juga melalui proses rasio. Ada dua macam mistis yaitu mistis yang biasa dan mistis magis. Mistis magis adalah kegiatan mistik yang mengandung tujuan-tujuan untuk memperoleh sesuatu yang diingini penggunanya. Dunia mistik magis dalam dunia Islam yaitu ’ulum al-hikmah yang berisi antara lain rahasia-rahasia huruf al-qur’an yang mengandung kekuatan magis, rahasia wafaq, rahasia asma ilahiyah, dsb. Pada kenyataannya tokoh-tokoh mistik-magis itu kebanyakan sufi-sufi. Kekuatan alam akhirnya tunduk di bawah sinar Illahi dan dukunganNya melalui huruf-huruf dan nama indahNya. Melalui kalam ilahi inilah jiwa-jiwa ilahiyah yang aktif dapat digunakan manusia untuk tujuan yang dikehendakinya.
Pada perkembangannya dunia mistik-magis Islam terbagi dua kelompok, yaitu mistik-magis dalam bentuk wirid-wirid dan mistik-magis dalam bentuk benda-benda yang telah diformulasikan sedemikian rupa biasanya berupa wafaq-wafq atau isim-isim.

Cara kerja Mistik-Magis-Putih

Para ahli hikmah menyadari bahwa kekuatan Tuhan baik yang ada dalam diriNya atau yang ada dalam firmanNya dapat digunakan oleh manusia. Ayat-ayat Al Qur’an atau kitab langit lainnya sering digunakan sebagai perantara untuk menghubungkan manusia dengan tuhannya, bahkan asma-asma Tuhan sering digunakan untuk meminta sesuatu. Jika seseorang dapat atau sanggup mempraktekan wirid atau do’a sesuai dengan rumusan maka kekuatan ilahiyah (khadam atau malaikat) akan dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan yang kehendaki terlebih jika diikuti oleh jiwa yang bersih. Cara kedua ialah dengan cara memindahkan jiwa-jiwa ilahiyah atau khadam yang adad dalam huruf-huruf al Qur’an atau didalam asma-asma Allah, cara ini disebut wafaq atau isim dimana ditulis dengan menggunakan tinta tertentu dan pada kondisi tertentu. Pada dasarnya mereka menggunakan supra natural yang ada pada khadam dalam wirid atau doa, wafaq atau isim untuk tujuan tertentu.

Cara kerja Mistik-Magis-Hitam

Mereka membuat simbol-simbol atau nama atau atribut-atribut, lalu ia bacakan mantra. Selama mengulak kata-kata buruk itu, ia mengumpulkan ludahnya untuk disemburkan pada gambar itu. Lalu ia ikatkan buhul pada simbol menurut sasaran yang telah disiapkan tadi. Ia menganggap ikatan buhul itu memiliki kekuatan dan efektif dalam praktik sihir. Ia meminta jin-jin kafir untuk berpartisipasi, ia memunculkan lebih banyak roh jahat sehingga segala sesuatu yang dituju benar-benar terjadi.

MUKASYAFAH

Ontologi

Mukasyafah adalah salah satu contoh pengetahuan mistik, ini termasuk mistik putih. Berbeda dengan filsafat dan sain, pengetahuan mukasyafah diawali oleh asumsi dan kesadaran tentang adanya kesatuan esensial secara asasi antara subjek-objek, yaitu manusia-Tuhan. Mukasyafah adalah upaya menyingkapkan hijab-hijab yang menutupi diri. Secara esensial penyingkapannya adalah penghancuran tirai yang menutup objek dengan jalan rohani. Orang-orang yang telah sengaja menutup hatinya dari gairah pencarian akan tertutup dan sulit dibuka sedangkan bagi orang-orang yang terus menerus berusaha mencari dan membuka hijab itu maka akan terbuka.

Pengetahuan mukasyafah diperoleh bukan dari rasio tapi melalui pengalamn langsung. Tuhan sebagai objek pengetahuan secara aktif menyatakan dirinya. Wujud keaktifan Tuhan sebagai objek ialah dalam bentuk pewahyuan dan dalam rahasia alam ciptaanNya. Pengetahuan tentang Tuhan masih berupa pengetahuan tingkat filsafat.
Sistem pengetahuan mukasyafah berpijak pada keyakinan bahwa Tuhan memancarkan pengetahuannya yang tidak dapat diketahui oleh indera ataupun rasio. Indera dan rasio dinonaktifkan sementara dan membiarkan potensi spiritual menerima dan menapung pengetahuan tersebut.
Dalam Al Qur’an disebut empat istilah yang berkenaan dengan batun manusia yaitu nafs, roh, qalb dan ’aql. Makna dasar qalbialah membalik, kembali, pergi maju mundur, berubah naik turun, mengalami perubahan. Hati merupakan tempat manusia bertemu Tuhan. Hatu merupakan kunci kemunafikan, hati digambarkan memiliki mata dan telinga karena itu merupakan pusat pandangan, pemahaman dan ingatan atau dzikir. Iman dan penyelewengan tumbuh dalam hati. Pada dasranya hati bersifat netral, ia diciptakan mempunyai kecenderungan lurus atau bengkok. Hati diperintahkan oleh Tuhan untuk cenderung pada sifat baik seperti pada petunjuk, iman, cahaya dan cinta.
Hati terperangkap dalam dua sisi, berada diantara jiwa dan roh yang menguasai kejahatan yang disitu ada kegelapan dan cahaya bersaing. Jika hati hidup dalam situasi kacau dan rasio ditaklukan ia akan menjadi gelap, namun jika keseimbangan yang benar ditegakan maka akan mampu meraih sifat-sifat Tuhan. Jiwa menarik individu menjauhi cahaya dan akal, roh menarik individu mendekati Tuhan. Tapi jika jiwa menyerah pada roh akan timbul keseimbangan. Kemampuan hati untuk terus-menerus menghadapkan ke arah roh inilah yang menjadi inti penyingkapan hijab, untuk itu diperlukan riyadhah yaitu latihan untuk menetapkan hati agar tetap menghadap roh.

Metodologi Penyingkapan Tabir

Melalui dua tahapan, yaitu iradah (kehendak) dan riyadhah (latihan). Iradah yaitu muncul hasrat untuk berpegang teguh pada jalan yang membimbing menuju Tuhan. Riyadhah mempunyai tiga tujuan yaitu menyingkirkan segala sesuatu selain Allah yag menghalangi perjalanan spiritual, menundukan jiwa yang cenderung menyuruh berbuat jahat ke jiwa yang tenang, melembutkan jiwa batiniah. Penyatuan iradah dan riyadhah akan menyebabkan diri sanggup melihat kilasan-kilasan cahaya illahi dan merasakan pantulan keagungan Tuhan.

Penyingkapan tahap pertama ialah penyingkapan yang didapat dalam perjalanan dari makhluk menuju khalik. Proses itu akan dilanjutkan pada perjalanan tahap kedua yaitu bersama Tuhan dalam Tuhan, perjalanan tahap ke tiga yaitu dari Tuhan menuju makhluk, dan perjalanan ke empat, yaitu dari mahluk Tuhan bersama Tuhan.
Pengetahuan inilah yang disebut pengetahuan mukasyafah, yaitu pengetahuan yang diperoleh dari kebersatuan pengetahuan objek-subjek karena hijab telah tersingkap.

ILMU LADUNI

Tiga alat untuk berkomunikasi secara rohaniah dalam tasawuf, yaitu kalbu untuk mengetahui sifat-sifat Tuhan, roh untuk mencintai Tuhan dan sirr untuk musyahadah yakni menyaksikan keindahan, kebesran dan kemuliaan Tuhan secara yakin. Kesatuan ke tiga unsur itu disebut hati. Jika hati dikosongkan dari segala yang buruk dan diisi dengan dzikrullah maka hati akan mencapai pengetahuan yang disebut dengan laduni.

Ilmu laduni ialah ialah ilmu batiniah yang bukan merupakan hasil pemikiran melainkan ilmu yang diterima langsung melalui ilham, iluminasi atau inspirasi dari sisi Tuhan. Riyadhah dan mujahadah akan menghasilkan musyahadah (tembus pandang) pada ke-illahian Tuhan serta terbukanya hijab antara hamba dan Tuhannya. Pelaksanaannya biasanya dilakukan di bawah bimbingan guru yang telah menguasai ilmu tersebut.
Kegunaan ilmu laduni ialah untuk dapat memahami ilmu dengan tepat, dapat mengetahui tingkatan ilmu seseorang, mengetahui karakter seseorang, dapat mengambil ilmu orang lain yang diinginkan, dapat mengobati orang terkena santet, mengetahui jodoh seseorang dan nasibnya, mengetahui keinginan seseorang tanpa mengatakannya, dll.

SA’EFI

Dari segi terminologi saefi adalah nama ilmu yang terdiri dari rentetan bacaan menurut bilangan dan waktu tertentu yang disandarkan pada Allah. Dari segi substansi saefi adalah doa yang dibaca terus menerus atau berulang-ulang menurut bilangan dan waktu tertentu.

Cara memperoleh pengetahuan saefi sangat beragam, umumnya diperoleh melalui puasa atau hanya dengan melakukan wirid saja dengan bilangan tertentu, atau tidak memakan makanan yang bernyawa, tidak bersebadan. Umumnya saefi diperoleh dengan banyak dzikrullah dan menjauhi maksiat.

Ada beberapa macam jenis saefi yaitu

  • saefi dzulfaqar,
  • saefi mughni,
  • saefi umum,
  • saefi antazaman.

JANG-JAWOKAN

Jangjawokan adalah semacam ucapan untuk tujuan magis tertentu. Isi kalimatnya mirip mantra dan biasanya disusun dalam bentuk syair. Bacaannya diajarkan oleh gurunya dari mulut ke telinga (secara lisan), syarat-syaratnya seperti puasa wedal, puasa tiga hari berturut-turut, puasa mutih, kadang tapa, dll. Jika telah dibekali dengan bacaan jangjawokan akan ada pantangan yang tidak boleh dilanggar.

Pengetahuan ini tidak boleh diberikan kepada siapapun kecuali bila ia telah menyatakan ingin berguru. Jangjawokan merupakan tradisi mistis yang berlaku di daerah tertentu. Sandaran yang dipakai bermacam-macam, kadang ke Allah kadang ke dewa atau jin.

SIHIR

Sihir secara bahasa berarti al-sharfu maksudnya membelokan sesuatu dari kenyataan yang sebenarnya kesesuatu yang bukan sebenarnya. Sihir merupakan upaya yang dilakukan manusia sebagai suatu tipu daya yang dalam mewujudkannya meminta bantuan sesuatu yang halus (setan) untuk membelokan sesuatu yang sebenarnya ke sesuatu yang bukan sebenarnya.

Menurut Abdul Salam Bali (1995:21) mengutip beberapa pengertian sihir sebagai berikut :

  1. sihir adalah perbuatan yang dilakukan dengan mendekatkan diri kepada setan,
  2. sihir mengubah sehat menjadi sakit,
  3. sihir ialah mengeluarkan kebatilan dalam bentuk kebenaran,
  4. sihir ialah sesuatu yang lembut pengembaliannya.

Abu Abdullah al-Razi (tafsir Ibnu Katsir, 1:147) menjelaskan bahwa sihir ada delapan macam yaitu : sihir orang Kildan dan Kisydan yang menyembah tujuh binatang, sihir orang-orang yang berilusi dan berjiwa kuat, sihir dengan cara meminta bantuan roh-roh rendah (setan), sihir yang tampak pada penyusunan alat-alat tertentu berdasarkan ukuran-ukuran tertentu, sihir dalam bentuk khayal, hipnotis, dan sulap, sihir yang menggunakan obat-obat khusus yakni dalam berbagai makanan dan minyak, sihir yang menggantungkan ke hati, sihir dalam bentuk menggunjing dan mendekat dengan cara yang ringan dan lembut.
Muhammad ibn Abdul Wahab dalam kitab al-Tauhid, membagi sihir menjadi tujuh, yaitu :

  1. i.        ’Iyafah, memasukan burung ke dalam sangkar.
  2. ii.        Thiyarah, berprasangka buruk yang timbul dari suara burung tertentu dan arah terbangnya.
  3. iii.        Al-Tharqu, dilakukan dengan cara memukul batu-batu kecil.
  4. iv.        Al-Tanjim, dengan mengambil petunjuk dari situasi falak sebagai pedoman atas kejadian.
  5. v.        Membundel benang dan meniup tiap bundel.
  6. vi.        Namimah, yaitu mengadu domba manusia.
  7. vii.        Bayan, susunan kata indah sehingga dapat memutarbalikan yang hak dan yang batil.

Dari klasifikasinya Suroso Orakas membagi sihir menjadi dua yaitu sihir klasik dan sihir modern.

  • Sihir klasik dilaksanakan secara tradisional dan dilakukan oleh pawang atau penenung.
  • Sihir modern ialah sihir yang dilaksanakan dengan cara-cara modern, praktis dan sederhana, biasanya dilakukan oleh ahli hipnotis dan paranormal.

Sihir selalu menggunakan bantuan jin kafir, cara mendatangkannya antara lain dengan :

  1. Thariqat al-Iqsam (bersumpah atas nama jin),
  2. Thariqat al-Dzabhi (menyembelih sembelihan),
  3. Thariqat Sufliyah (melakukan kenistaan),
  4. Thariqat Najasah (menuliskan ayat al-Qur’an menggunakan najis),
  5. Thariqat al-Tankis (menuliskan ayat al-Qur’an dengan susunan sungsang),
  6. Thariqat Tanjim (menujum menggunakan binatang),
  7. Thariqat kaffi (melihat melalui telapak tangan),
  8. Thariqat al-Atsar (menggunakan benda bekas pakai).

Mantra dan ritual sihir tidak dapat dipisahkan, ia merupakan satu kesatuan. Samudi Abdullah dalam bukunya takhayul dan magic dalam pandangan Islam mengemukakan bahwa sihir mengandung kemusyrikan, menggunakan uangkapan yang tidak dimengerti, mendorong sugesti diri secara khayali, ucapannya rahasia, lafal tersebut ada anggapan berkekuatan magis.
Ada beberapa jenis sihir dan kegunaannya, antara lain:

  1. Sihir perceraian, digunakam untuk menceraikan suami istri atau menimbulkan permusuhan antara orang yang bersahabat.
  2. Sihir mahabbah atau guna-guna, digunakan oleh perempuan agar terlihat cantik.
  3. Sihir menipu penglihatan (hipnotis).
  4. Sihir gila, untuk menekan sel-sel otak yang berkaitan dengan daya pikir, saat itu muncul gejala pada sasaran seperti orang gila.
  5. Sihir lesu, untuk mempengaruhi agar mengisolisir diri dan menutup diri.
  6. Sihir suara panggilan, sihir penyakit digunakan untuk membuat orang sakit.
  7. Sihir pendarahan, jin ditugasi masuk kedalam jasad untuk mengeluarkan darah.
  8. Sihir menghalangi pernikahan.

ILMU KEBAL

Ilmu kebal dikenal sebagai ilmu tentang cara-cara menjaga diri tanpa bantuan alat fisik agar tidak mempan senjata tajam atau benda lain yang dapat melukai. Bentuk keselamatan tersebut dapat berupa terhindar dari perlakuan untuk melukai dan tidak luka pada saat orang melukai. Ilmu kebal diperoleh melalui cara supra natural atau supra rasional. Ilmu itu dapat diperoleh dengan belajar dan karena bawaan.

Ada dua bentuk latihan yaitu melalui penyucian batin dan penyucian diri melalui ibadah dan pengendalian nafsu syahwat, serta keduniaan. Atau melalui latihan konsentrasi batin dan fisik serta penguasaan jampi atau amalan tertentu.

SANTET


Santet adalah bagian dari sihir, merupakan kekuatan supranatural yang dapat dipaksa berpartisipasi dengan cara tertentu, dengan jalan baik ataupun dengan jalan buruk berdasarkan kekuatan gaib. Menurut Cliford Geertz menyatakan bahwa santet adalah sejenis praktek memasukan benda-benda asing ke perut korban melalui upacara ritual agar korban merasa sakit tak terhingga atau mati. Kegunaan santet ada dua yaitu menyakiti dan membunuh. Pada tujuan menyakiti dukun santet menyiapkan alat berupa simbol persamaan. Pada tujuan membunuh biasanya penyantet memakai pakaian serba hitam.

PELET


Pelet mengandung arti memikat, mengambil, pesona, bujukan. Secara terminologi pelet ialah usaha sadar membujuk, menarik rasa cinta seseorang dengan cara tertentu. Pelet dibagi dua bagian, pelet yan menggunakan huruf arab dan pelet yang diambil dari ajaran setan. Orang yang terkena pelet dapat diketahui sikapnya yangmula-mula diam menyendiri dan yang ia ingat hanyalah orang yang memelet. Bila diarahkan ia membantah, kondisi tubuhnya merosot, kurang bergairah.
Ilmu pelet jenis pertama dilaksanakan pada saat tertentu, misalnya ba’da ashar, tahajud atau shalat subuh. Dengan membaca surat al-Jinn ayat 1-5 maka datanglah jin urusan cinta.

Bisa juga menggunakan foto kedua belah pihak. Ilmu pelet kedua biasanya dukun meminta sesuatu yan pernah dipakai korban yang masih berau keringat. Sihir yang paling dahsyat adalah yang dibuat dari benda najis, terutama darah haid.
Menurut Umar Hasyim pelet tidak diperbolehkan dalam Islam. Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya mantra, azimat dan tiwalah (pelet) termasuk perbuatan syirik.

TENTANG JIN

Iblis adalah keturunan jin, setiap setan adalah jin namun tidak setiap jin adalah setan. Bahan jin dari api yang sangat panas. Populasi jin sangat banyak dari manusia. Mereka terdiri dari ras yang berbeda, kehidupannya sama dengan manusia, makan dan minum, menghadiri majlis-majlis yang diadakan manusia, mereka selalu bersama manusia kecuali jika dicegah dengan membaca nama Allah.

Jin ada yang mu’kmin dan kafir, diantara mereka ada yang mempelajari wahyu kepada para nabi, memikirkannya dan mengimaninya serta mengajak kaumnya untuk mengamalkannya, memberikan berita gembira kepada yang taat dan menyampaikan ancaman kepada yang berbuat maksiat.

Salah satu jenis jin yaitu jin qarin, mereka ditugasi mendampingi seeorang dimanapun dan kapanpun orang itu berada. Jin qarin membantu dukun untuk mengetahui tentang pasiennya. Bahwa setiap manusia yang lahir pasti didampingi qarin, qarin tersebut mengetahui seluruh masalah dan rahasia orang yang didampinginya. Saat orang itu meninggal qarin terus mengembara, sehingga jika ada acara pemanggilan roh, jin qarin akan datang mengatas namakan orang yang meninggal itu.
Mumamad Isa Daud (1996:39 – 51) menjelaskan bahwa jin dapat dilihat dalam tiga kondisi yaitu ketika jin menampakan dirinya, melihat jin lewat jin atau minum air sirih, melihat jin karena kemauan jin disertai adanya kondisi yang memungkinkaan hal itu. Memiliki pengetahuan tentang jin dapat menambah keimanan, mengharuskan manusia waspada terhadap kejahatan atau gangguan jin jahat yang selalu menggoda agar manusia ingkar terhadapnya.

NYAMBAT

Nyambat ialah memanggil atau menghadirkan roh melalui suatu ritual dengan mengucapkan bacaan tertentu.

Beberapa jenis nyambat antara lain :

  1. Asrar, yaitu memanggil yang gaib untuk mengetahui sesuatu yang tidak terlihat mata tidak terdengar telinga.
  2. Abdul Jabbar yaitu nyambat untuk menghadirkan kekuatan dan kesaktian abdul jabbar.
  3. Pajajaran, adalah nyambat untuk menghadirkan khadam berupa siluman yang menjelma menjadi harimau.
  4. Kuda lumping, nyambat untuk menghadirkan mahluk gaib.
  5. Kasurupan, memanggil jin untuk dimintai bantuannya mengeluarkan jin pengganggu yang mengganggu seseorang yang kesurupan.
  6. Tenaga gaib, adalah tenaga yang diisikan guru atau didapat karena wirid atau puasa.
  7. Pendukunan.
  8. Ramal, tiga jenis ramal yaitu ramal mekanis yang menggunakan manipulasi objek material dan operasinya secara kebetulan saja. Kedua ramalan lewat nujum. Ketiga ramalan yang menggunakan kekuatan supra natural.

Kegunaan nyambat ialah mendatangkan kekuatan gaib melalui khadam, mengetahui rahasia batin melalui khadam, melakukan gerakan dengan kekuatan gaib dan alam bawah sadar, menghadirkan kesaktian seseorang, dll.

ILMU KANURAGAN

Ialah ilmu bela diri dapat berbentuk kekuatan yang datang dari dalam dan dapat juga datang dari luar, keduanya merupakan latihan fisik dan riyadhah. Secara umum ilmu kanuragan dapat digunakan untuk melumpuhkan ilmu hitam, untuk menyedot dan membalikan ilmu lawan, untuk menotok lawan dari jarak jauh, memukul lawan dari jarak jauh, dsb.

Menjemput impian lewat pendekatan batiniah

Menjemput impian lewat pendekatan batiniah

Melalui ritual tertentu, cinta dapat dihadirkan lewat mimpi dan si dia pun bertekuk lutut di hadapan Anda. Caranya juga sangat khas, karena menggunakan pendekatan batiniah.
Cara batiniah adalah suatu cara yang bedasar dan bersandarkan pada kebesaran dan kekuasaan Allah semata. Karena kekuasaan-Nya lah maka segala sesuatu yang dianggap mustahil oleh manusia dapat terjadi.
Jadi jika Anda tengah jatuh cinta dengan seseorang dan ingin mewujudkannya, namun si dia tidak tergerak hatinya cobalah Anda yang menggerakannya, caranya: Lakukan puasa selama tujuh hari tujuh malam yang dimulai pada hari Rabu atau Minggu. Saat melakukan puasa, selalu berdoa, lalu amalkan surat Al-Kautsar tepat tengah malam yaitu dengan melakukan shalat sunnah dua rakaat.
Di saat Anda membaca Al-Kautsar, pada bacaan Fasollilirob, berhenti dan panggil nama serta bayangka wajah perempuan yang menjadi impian Anda. Namun, jika saat itu belum terbayangkan, jangan berhenti membaca surat lakukan kembali.
Saat membayangkan perempuan idaman Anda, konsentrasilah lalu perintahkan si dia agar mau mencintai Anda. Jika sudah dilakukan dengan benar dan dapat membayangkannya juga dengan jelas, maka apa yang menjadi keinginan dan restu dari-Nya akan terkabulkan.
Yang perlu diingat saat melakukan amalan ini adalah, jangan sekali-kali dilakukan dengan main-main. Karena jika Anda telah mencapai tujuan segera nikahi dan jangan disia-siakan. Sebab, jika tidak dilaksanakan akibatnya akan fatal, si dia akan menjadi gila

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pelet merupakan jenis ilmu gaib yang berfungsi untuk mempengaruhi alam bawah sadar seseorang agar jatuh cinta kepada orang yang mengirim pelet tersebut. Pelet adalah membuat lawan jenis tertarik secara paksa, bisa dikategorikan sebagai bidang hipnotis terapan.

Pelet adalah membuat lawan jenis tertarik dengan berbagai cara, intinya dari pellet adalah mempengaruhi pikiran sang lawan jenis dan memanipulasinya.

Pelet bisa menggunakan bantuan mahluk halus atau jin dan bisa juga secara manual, walau tanpa buku manual sekalipun.

Sebetulnya tidak hanya di jawa, di setiap belahan dunia selalu dikenal “mantra cinta”. Meskipun mungkin namanya bukan Ilmu Pelet, tapi fungsinya sama, yaitu untuk menanamkan rasa cinta di hati sasaran. Tradisi mistik dan spiritual merupakan konsep universal meskipun ditempuh dengan metode-metode yang berbeda.

Setiap masyarakat yang meyakini adanya “kekuatan gaib”, pastilah mereka mengenal berbagai ilmu spiritual, termasuk ilmu yang fungsinya untuk percintaan seperti Ilmu Pelet.

Bagaimana Tukang Sihir Itu Menghadirkan Jin ?

Ada cukup banyak cara dan sangat bervariatif, yang semuanya mengandung kesyirikan atau kekufuran nyata. Dan insya Allah, saya akan menyebutkan sebagian diantaranya, yakni delapan cara yang disertai dengan jenis kesyirikan atau kekufuran yang terkandung pada setiap cara tersebut secara ringkas. [1] Hal itu sengaja saya kemukakan, karena sebagian kaum muslimin banyak yang tidak bisa membedakan antara penyembuhan secara Qur’ani dengan penyembuhan secara sihir (juga). Yang pertama adalah cara imani (keimanan) dan yang kedua cara syaithani (atas petunjuk syaitan). Dan masalahnya akan semakin kabur bagi orang-orang tidak berilmu, di mana tukang sihir itu membacakan mantra dengan pelan sementara dia akan membaca ayat al-Qur’an dengan kencang dan terdengar oleh pasien sehingga pasien mengira orang tersebut mengobatinya dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur’an, padahal kenyataannya tidak demikian. Sehingga si pasien itu akan menerima perintah tukang sihir sepenuhnya.
Dan tujuan dari penyampaian dan penjelasan cara ini adalah untuk memperingatkan kaum muslimin agar mereka berhati-hati terhadap berbagai jalan kejahatan dan kesesatan, dan agar tampak jelas jalan orang-orang yang berbuat kejahatan.

PERTAMA :

CARA IQSAM

[BERSUMPAH ATAS NAMA JIN DAN SYAITHAN].

Menurut cara ini, tukang sihir akan masuk ruangan yang gelap, lalu meyalakan api dan kemudian di atas api itu diletakan semacam dupa sesuai dengan objek yang diminta. Jika dia ingin melakukan pemisahan atau permusuhan dan kebencian atau yang semisalnya, maka dia akan meletakkan di atas api itu dupa yang mempunyai bau yang tidak sedap. Dan jika dia hendak mempertemukan cinta atau melepaskan ikatan yang menghalangi suami mencampuri istrinya atau untuk menghilangkan sihir, maka dia akan meletakkan dupa yang mempunyai bau yang wangi.

Selanjutnya, tukang sihir akan mulai membaca mantra yang berbau kesyirikan, yaitu bacaan-bacaan tertentu yang mengandung sumpah kepada jin dengan mengatasnamakan pemuka mereka dan meminta mereka dengan menyebut pemuka mereka, sebagaimana hal itu mengandung berbagai macam kesyirikan lainnya, misalnya mengagungkan para pembesar jin dan meminta bantuan kepada mereka dan lain sebagainya.
Dengan syarat, tukang sihir tersebut -mudah-mudahan Allah melaknatnya tidak boleh dalam keadaan suci, baik dalam kondisi junub maupun memakai pakaian bernajis dan lain sebagainya.
Setelah selesai membaca mantra maka akan muncul di hadapannya bayangan berbentuk anjing atau ular atau bentuk lainnya, lalu si penyihir itu akan menyuruhnya melakukan apa saja yang dia inginkan. Tetapi terkadang tidak muncul apa-apa di hadapannya, tetapi dia hanya mendengar suara. Dan terkadang dia tidak mendengar suara apa-apa tetapi dia mengikat benda bekas dipakai dari seseorang yang hendak disihir, seperti, rambut, atau potongan baju yang pernah dipakainya yang masih berbau keringat dan lain sebagainya. Dan setelah itu, si penyihir akan memerintahkan jin untuk melakukan apa yang dia mau.

Komentar mengenai cara ini:

Dari pengkajian terhadap cara ini, maka tampak jelas hal-hal berikut:
[1]. Jin itu lebih mengutamakan ruangan yang gelap.

[2]. Jin menikmati (menyantap) bau sesajen yang dihidangkan, yang tidak disebut nama Allah padanya.

[3]. Merupakan bentuk kesyirikan yang jelas dan nyata dalam cara ini adalah bersumpah atas nama jin dan meminta pertolongan kepada mereka.

[4]. Jin itu mengutamakan najis dan syaitan mendekati najis.

KEDUA :

CARA ADZ-DZABH

[MEMOTONG SEMBELIHAN]

Menurut cara ini, si tukang sihir akan membawa burung, ayam, merpati, atau yang lainnya dengan ciri-ciri tertentu sesuai dengan permintaan jin, hewan itu adalah yang berwarna hitam pekat, karena jin lebih menyenangi warna hitam. [2]. Kemudian, dia menyembelihnya dengan tidak meyebut nama Allah atasnya. Terkadang si penderita akan diolesi darah binatang itu dan terkadang juga tidak. Selanjutnya, dia melemparnya ke puing-puing bangunan, sumur, atau tempat-tempat kosong yang seringkali menjadi tempat jin. Dan pada saat melempar, dia tidak menyebut nama Allah. Setelah itu dia kembali pulang ke rumah, lalu membaca mantra yang berbau syirik, dan selanjutnya menyuruh jin untuk melakukan apa saja yang dia inginkan.
Komentar mengenai cara ini:
Kesyirikan yang terkandung pada cara kedua ini terfokus pada dua hal, yaitu:

[1]. Menurut kesepakatan para ulama, baik salaf maupun khalaf, menyembelih binatang untuk dipersembahkan kepada jin adalah sesuatu yang haram, bahkan ia merupakan perbuatan syirik mutlak, Karena binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah sama sekali tidak boleh dimakan oleh orang muslim, apalagi melakukannya. Akan tetapi bersamaan dengan itu, orang-orang bodoh disetiap zaman dan tempat akan terus melakukan perbuatan keji tersebut.
Yahya bin Yahya pernah berkata, Wahab pernah berkata kepada saya, beberapa orang penguasa mengambil kesimpulan adanya mata air dan bermaksud mengalirkannya. Untuk hal itu mereka menyembelih binatang untuk dipersembahkan kepada jin agar jin-jin itu tidak menyumbat aliran air tersebut. Lalu dia memberikan makan kepada beberapa orang dengan sembelihan itu.
Selanjutnya berita tersebut terdengar oleh Ibnu Syihab az-Zuhri, maka dia berkata: ‘Sesungguhnya mereka telah menyembelih apa yang tidak dihalalkan dan memberi makan orang-orang dengan apa yang tidak dihalalkan bagi mereka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah melarang makan sembelihan yang disembelih untuk dipersembahakan kepada jin.[3]
Dalam kitab Shahih Muslim juga disebutkan sebuah hadits dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Allah melaknat orang yang menyembelih binatang untuk selain Allah”.
[2]. Jimat atau mantra yang berbau syirik. Yaitu tulisan-tulisan yang dibacakan pada saat menghadirkan jin. Mantra-mantra itu mengandung kesyirikan yang jelas, sebagaimana yang diungkapkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di beberapa bukunya. [4]
[Disalin dari kitab Ash-Shaarimul Battaar Fit Tashaddi Lis Saharatil Asyraar edisi Indonesia Sihir & Guna-Guna Serta Tata Cara Mengobatinya Menurut Al-Qur'an Dan Sunnah, Penulis Wahid bin Abdissalam Baali, Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i]

_________
Foote Note

[1]. Saya tidak akan menyebutkan cara tersebut secara sempurna agar tidak ada seorang pun yang dapat memperaktekkannya, bahkan saya akan menghapus unsur terpenting yang ada pada cara itu.

[2]. Di dalam kitab Shahih Muslim telah ditegaskan sebuah hadits yang berstatus marfu. ‘Ada sebagian jin yang mengakui hal tersebut kepada saya. Lihat kitab: Wiqaayatul Insaan, (hal.104).

[3]. Lihat kembali kitab:Aahkaamul Marjaan, (hal.78).

[4]. ilakan di baca beberapa kitabnya, seperti risalah al-Ibaanah fii Umuumir Risaalah.

KETIGA :

CARA SULFIYAH

[MELAKUKAN KENISTAAN]

Cara ketiga ini sangat populer dikalangan para tukang sihir dengan sebutan sulfiyah. Tukang sihir yang menggunakan cara ini memiliki banyak syaitan yang mengabdi kepadanya dan menjalankan semua perintahnya, karena dia sebagai tukang sihir yang paling kufur dan paling ingkar, semoga Allah melaknatnya.
Cara ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Tukang sihir mudah-mudahan Allah melaknatnya secara terus menerus- meletakkan mushaf di kedua kakinya dalam posisi seperti sepatu. Kemudian dengan posisi al-Qur’an seperti itu, si penyihir itu masuk WC, lalu mulai membaca mantra di dalam WC, selanjutnya keluar lagi dan duduk di sebuah ruangan, setelah itu dia akan meyuruh jin untuk melakukan apa saja yang dikehendakinya. Maka, jin pun akan segera mantaatinya dan menjalankan semua perintahnya. Hal itu tidak lain karena tukang sihir itu telah kufur kepada Allah yang Maha Agung. Sehingga dengan demikian dia telah menjadi salah satu saudara syaitan, dan karenanya dia telah benar-benar merugi dan akan mendapatkan laknat dari Allah, Rabb seru sekalian alam.
Bagi tukang sihir yang menggunakan cara sulfiyah ini, disyaratkan harus melakukan sejumlah perbuatan dosa besar -selain yang telah kami sebutkan- misalnya, menyetubuhi wanita yang bukan istrinya, melakukan hubungan sesama jenis, melakukan perzinahan, atau mencela agama. Semuanya itu dimaksudkan untuk mencari keridhaan syaitan.
KEEMPAT :

CARA NAJASAH

[MENULIS AYAT-AYAT AL-QUR'AN DENGAN BENDA NAJIS]

Dalam cara ini seorang penyihir akan menulis salah satu surat dalam al-Qur’an al-Karim dengan menggunakan darah haid atau benda-benda najis lainnya, dan setelah itu membaca mantra, hingga jin muncul, untuk selanjutnya ia perintahkan apa saja yang ia kehendaki.
Kekufuran denga cara ini sudah sangat jelas dan tidak tersembunyi lagi, karena penghinaan dan pencemoohan terhadap salah satu surat atau bahkan satu ayat al-Qur’an al-Karim merupakan bentuk kekufuran kepada Allah yang Maha Agung. Lalu bagaimana pendapat anda jika ayat-ayat al-Qur’an itu ditulis dengan benda-benda najis, kita berlindung kepada Allah dari kehinaan. Dan kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mudah-mudahan Dia meneguhkan hati kita untuk selalu berdiri tegak di atas keimanan serta mewafatkan kita dalam keislaman, dan menggolongkan kita termasuk dari golongan manusia terbaik, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam
KELIMA :

CARA TANKIS

[MENULIS AYAT-AYAT AL-QUR'AN SECARA TERBALIK]

Menurut cara ini, tukang sihir -semoga Allah melaknatnya- menulis salah satu surat al-Qur’an al-Karim dengan huruf-huruf terpisah dan terbalik, yaitu ditulis bagian akhirnya dulu baru kemudian bagian awalnya. Setelah itu dia membaca mantra yang berbau syirik, sehingga jin pun datang, lalu dia menyuruhnya melakukan apa yang dia inginkan.
Cara ini pun jelas haram, karena didalamnya mengandung unsur kesyirikan dan kekufuran.

KEENAM :

CARA TANJIM

[MENYEMBAH BINTANG]

Cara ini disebut juga ar-rashd, karena dengan cara ini seorang tukang sihir akan memantau munculnya bintang tertentu, kemudian berbicara dengan bintang tersebut dengan membaca mantra-mantra sihir, selanjutnya membacakan mantra lain yang mengandung kesyirikan dan kekufuran kepada Allah. Setelah itu, dia melakukan beberapa gerakan -yang dia akui gerakan-gerakan itu dapat menurunkan spiritual bintang-bintang- padahal sebenarnya hal itu merupakan bentuk penyembahan bintang tersebut selain dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, meskipun orang yang melakukan gerakan tersebut tidak menyadarinya.

Demikianlah ibadah sekaligus pengagungan terhadap dzat selain Allah. Pada saat itu, syaitan-syaitan akan menyambut dan menjalankan semua perintah tukang sihir terlaknat itu, sehingga dia mengira bahwa bintang itulah yang membantunya, padahal bintang itu tidak mengetahui sedikit pun mengenai hal tersebut. Para tukang sihir tersebut mengaku bahwa sihir itu tidak akan bisa diobati kecuali jika bintang itu muncul, lagi pada waktu yang lain[1]. Di sana terdapat beberapa bintang yang tidak muncul, kecuali sekali dalam setahun, sehingga mereka harus menunggu kemunculannya, dan setelah muncul baru mereka akan membaca mantra-mantra yang meminta pertolongan kepada bintang untuk menghilangkan sihir tersebut.
Tidak ada yang tertutup lagi bahwa pada cara tersebut terdapat unsur pengagungan kepada selain Allah dan meminta pertolongan kepada selain-Nya. Dan sudah pasti semuanya itu merupakan perbuatan syirik, apalagi mantra-mantranya yang berbau kekufuran.
[Disalin dari kitab Ash-Shaarimul Battaar Fit Tashaddi Lis Saharatil Asyraar edisi Indonesia Sihir & Guna-Guna Serta Tata Cara Mengobatinya Menurut Al-Qur'an Dan Sunnah, Penulis Wahid bin Abdissalam Baali, Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i]
_________
Foote Note

[1]. Yang demikian itu menurut para tukang sihir. Tetapi orang-orang yang melakukan pengobatan dengan al-Quran, sihir tersebut dapat dihilangkan seketika berkat karunia Allah Ynag Maha besar lagi Mahatinggi .
KE TUJUH :

CARA AL-KAFF

[MELIHAT MELALUI TELAPAK TANGAN]

Dalam cara ini, tukang sihir akan menghadirkan seorang anak kecil yang belum baligh dengan syarat anak itu tidak dalam keadaan berwudhu. Kemudian dia akan melihat telapak tangan kiri anak tersebut, lalu menggambarkan garis persegi empat.

Di sekitar garis ini akan dituliskan beberapa mantra sihir, yang sudah pasti mengandung unsur kesyirikan. Mantra-mantra tersebut ditulis di semua sisi garis dari persegi empat itu. Kemudian diletakkan di telapak tangan anak tersebut, tepat di tengah empat persegi itu “minyak dan bunga berwarna biru” atau “minyak dan tinta berwarna biru,” lalu dia tuliskan mantra lain dengan huruf terpisah di atas kertas persegi panjang, kemudian meletakan kertas tersebut seperti payung di atas wajah si anak tersebut dan memakaikan topi di atasnya agar tidak lepas. Selanjutnya, anak itu ditutup seluruh badannya dengan kain yang berat. Dalam kondisi seperti ini, anak kecil tersebut bisa melihat telapak tangannya (karena pengaruh sihir), yang tentunya dia tidak akan dapat melihatnya karena gelap.

Kemudian tukang sihir terlaknat itu akan mulai membaca mantra yang teramat kufur, tiba-tiba anak itu akan merasa seakan-akan menjadi terang benderang dan melihat gambar yang bergerak di telapak tangannya. Lalu si penyihir itu akan bertanya kepada anak itu, “Apa yang kamu lihat?” “Aku melihat gambar seorang laki-laki di hadapanku,” jawab anak itu. “Katakan kepada orang itu, tuanmu berkata kepadamu dengan memerintahkan ini dan itu,” papar si penyihir itu. Maka gambar itu pun bergerak sesuai perintah.
Seringkali cara ini dipergunakan untuk mencari sesuatu yang hilang. Tidak tertutup lagi bahwa dalam cara ini mengandung kemusyrikan dan kekufuran serta mantra-mantra yang tidak dapat dipahami.

KE DELAPAN :

CARA AL-ATSAR

[MEMANFAATKAN BENDA BEKAS PAKAI]

Menurut cara ini, si penyihir akan meminta, beberapa barang bekas pakai dari si pasien, seperti sapu tangan, penutup kepala, baju atau sobekan kain yang masih berbau keringat si pasien. Kemudian si penyihir itu akan mengikat ujung sapu tangan itu, lalu mengukurnya sepanjang empat jari dan sapu tangan itu dipegang dengan kuat, lalu dibacakan surat at-Takaatsur atau surat pendek lainnya dengan suara keras. Selanjutnya si penyihir membacakan mantra yang berbau syirik secara pelan.

Kemudian memanggil jin seraya berkata, “Jika penyakit yang dideritanya itu disebabkan oleh jin, maka pendekkanlah sapu tangan itu. Dan jika penyakit itu akibat kedengkian, maka panjangkanlah sapu tangan itu. Dan jika penyakit itu termasuk dari bagian kedokteran, maka hendaklah kalian membiarkan sebagaimana wujudnya. Kemudian tukang sihir itu akan mengukurnya sekali lagi. Jika dia mendapatkan sapu tangan itu terlalu panjang, melebihi empat jari, maka si penyihir itu akan mengatakan, “Anda terkena penyakit dengki.” Dan jika sapu tangan itu pendek, maka dia akan mengatakan, “Anda telah dirasuki jin.” Dan jika dia mendapatkan sapu tangan itu seperti adanya, empat jari, maka dia akan mengatakan, “Tidak ada masalah dengan diri anda. Silahkan anda berkonsultasi ke dokter.”
Komentar mengenai cara ini
[1]. Upaya pengelabuan yang dilakukan penyihir terhadap penderita, di mana dia mengangkat suaranya ketika membaca al-Qur’an dengan tujuan agar penderita penyakit itu mengira bahwa penyihir itu mengobatinya dengan al-Qur’an, padahal kenyataannya tidak demikian, tetapi rahasianya terletak pada mantra yang dibacanya secara pelan.
[2]. Meminta bantuan kepada jin, memanggil dan berdoa kepada mereka, semuanya itu merupakan perbuatan syirik kepada Allah Yang Maha Agung.

[3]. Dalam prakteknya, penyihir itu telah banyak melakukan kedustaan. Anda pasti tidak mengetahui bahwa jin ini jujur atau berdusta dalam hal ini. Kami pernah melakukan pengujian terhadap tindakan beberapa orang penyihir, terkadang mereka memang jujur dan tidak jarang juga mereka berdusta. Di mana ada beberapa orang pasien yang datang kepada kami dan menceritakan bahwa ada seorang tukang sihir yang berkata kepadanya, “Anda telah terkena penyakit ‘ain (berasal dari pandangan mata yang dengki).” Tetapi ketika kami membacakan al-Qur-an padanya, maka ada jin yang berbicara melalui dirinya, dan tidak terdapat penyakit ‘ain pada dirinya. Dan berbagai hal lainnya. Dan mungkin di sana masih banyak cara lain yang tidak saya ketahui.

Macam – Macam Sihir

Pengarang : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Imam Ahmad meriwayatkan: telah diceritakan kepada kami oleh Muhammad bin Ja”far dari Auf dari Hayyan bin ”Ala” dari Qathan bin Qubaishah dari bapanya, bahawa ia telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Iyafah, Tharq dan Thiyarah adalah termasuk Jibt”

Auf menafsiri hadis ini dengan mengatakan:

Iyafah adalah meramal nasib orang dengan menerbangkan burung.
Tharq adalah meramal nasib orang dengan membuat garis di atas tanah.
Jibt adalah sebagaimana yang telah dikatakan oleh Hasan: suara syaitan. (hadis tersebut sanadnya jayyid). Dan diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, An Nasa”i, dan Ibnu Hibban dalam shahihnya dengan hanya menyebutkan lafadh hadis dari Qabishah, tanpa menyebutkan tafsirannya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Barang siapa yang mempelajari sebahagian dari ilmu nujum (per bintangan) sesungguhnya dia telah mempelajari sebahagian ilmu sihir. semakin bertambah (ia mempelajari ilmu nujum) semakin bertambah pula (dosanya)” (HR. Abu Daud dengan sanad yang sahih).

An-Nasai meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Barang siapa yang membuat suatu buhulan, kemudian meniupnya (sebagaimana yang dilakukan oleh tukang sihir) maka ia telah melakukan sihir, dan barang siapa yang melakukan sihir maka ia telah melakukan kemusyrikan, dan barang siapa yang menggantungkan diri pada sesuatu benda (jimat), maka ia dijadikan Allah bersandar kepada benda itu”.

Dari Ibnu Mas”ud r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Mahukah kamu aku beritahu apakah Adh-h itu?, ia adalah perbuatan mengadu domba, iaitu banyak membicarakan keburukan dan menghasut di antara manusia” (HR. Muslim).

Dan ibnu Umar r.a. menuturkan, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya di antara susunan kata yang indah itu terdapat kekuatan sihir.”(HR. Bukhori dan Muslim)

Kandungan bab ini:

1-Diantara macam sihir (Jibt) adalah iyafah, thorq dan thiyarah.

2-Penjelasan tentang makna iyafah, thorq dan thiyarah.

3-Ilmu nujum (perbintangan) termasuk salah satu jenis sihir.

4-Membuat buhulan dengan ditiupkan kepadanya termasuk sihir.

5-Mengadu domba juga termasuk perbuatan sihir.

6-Keindahan susunan kata juga termasuk perbuatan sihir.

DEFINISI SIHIR

Sihir Menurut Bahasa, Sihir Menurut Syari’at

Oleh: Wahid bin Abdissalam Baali

[A]. Sihir Menurut Bahasa.

Al-Laits mengatakan, Sihir adalah suatu perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada syaitan dengan bantuannya.

Al-Azhari mengemukakan, Dasar pokok sihir adalah memalingkan sesuatu dari hakikat yang sebenarnya kepada yang lainnya [1]. Ibnu Manzur berkata : Seakan-akan tukang sihir memperlihatkan kebathilan dalam wujud kebenaran dan menggambarkan sesuatu tidak seperti hakikat yang sebenarnya. Dengan demikian, dia telah menyihir sesuatu dari hakikat yang sebenarnya atau memalingkannya.[2] Syamir meriwayatkan dari Ibnu Aisyah, dia mengatakan : Orang Arab menyebut sihir itu dengan kata as-Sihr karena ia menghilangkan kesehatan menjadi sakit. [3] Ibnu Faris[4] mengemukakan, Sihir berarti menampakkan kebathilan dalam wujud kebenaran. [5] Di dalam kitab Al Mu’jamul Wasiith disebutkan : Sihir adalah sesuatu yang dilakukan secara lembut dan sangat terselubung. [6] Sedangkan didalam kitab Muhiithul Muhiith disebutkan, Sihir adalah tindakan memperlihatkan sesuatu dengan penampilan yang paling bagus, sehingga bisa menipu manusia. [7]

[B]. Sihir Dalam Istilah Syari’at.

Fakhruddin ar-Razi mengemukakan, Menurut istilah Syari’at, sihir hanya khusus berkenaan dengan segala sesuatu yang sebabnya tidak terlihat dan digambarkan tidak seperti hakikat yang sebenarnya, serta berlangsung melalui tipu daya.[8]
Ibnu Qudamah Al-Maqdisi mengatakan, Sihir adalah ikatan-ikatan, jampi-jampi, perkataan yang dilontarkan secara lisan maupun tulisan, atau melakukan sesuatu yang mempengaruhi badan, hati atau akal orang yang terkena sihir tanpa berinteraksi langsung dengannya. Sihir ini mempunyai hakikat, diantaranya ada yang bisa mematikan, membuat sakit, membuat seorang suami tidak dapat mencampuri istrinya atau memisahkan pasangan suami istri, atau membuat salah satu pihak membenci lainnya atau membuat kedua belah pihak saling mencintainya.[9]

Ibnul Qayyim mengungkapkan, Sihir adalah gabungan dari berbagai pengaruh ruh-ruh jahat, serta interaksi berbagai kekuatan alam dengannya.[10]
Kesimpulan.
Sihir adalah kesepakatan antara tukang sihir dan syaitan dengan ketentuan bahwa tukang sihir akan melakukan berbagai keharaman atau kesyirikan dengan imbalan pemberian pertolongan syaitan kepadanya dan ketaatan untuk melakukan apa saja yang dimintanya.
[C]. Beberapa Sarana Tukang Sihir Untuk Mendekati Syaitan.

Diantara tukang sihir itu ada yang menempelkan mushhaf dikedua kakinya, kemudian ia memasuki WC. Ada yang menulis ayat-ayat al-Qur’an dengan kotoran. Ada juga yang menulis ayat-ayat al-Qur’an dengan menggunakan darah haidl. Juga ada yang menulis ayat-ayat al-Qur’an di kedua telapak kakinya. Ada juga yang menulis Surat al-Faatihah terbalik. Juga ada yang mengerjakan sholat tanpa berwudhu’. Ada yang tetap dalam keadaan junub terus-menerus. Serta ada yang menyembelih binatang untuk dipersembahkan kepada syaitan dengan dengan tidak menyebut nama Allah pada saat menyembelih, lalu membuang sembelihan itu ke suatu tempat yang telah ditentukan syaitan.[11] Dan ada juga yang berbicara dengan binatang-binatang dan bersujud kepadanya. Serta ada juga yang menulis mantra dengan lafazh-lafazh yang mengandung berbagai makna kekufuran.
Dari sini, tampak jelas oleh kita bahwa jin itu tidak akan membantu dan tidak juga mengabdi kepada seorang penyihir kecuali dengan memberikan imbalan. Setiap kali seorang penyihir meningkatkan kekufuran, maka syaitan akan lebih taat kepadanya dan lebih cepat melaksanakan perintahnya. Dan jika tukan sihir tidak sungguh-sungguh melaksanakan berbagai hal yang bersifat kufur yang diperintahkan syaitan, maka syaitan akan menolak mengabdi kepadanya serta menentang perintahnya. Dengan demikian, tukang sihir dan syaitan merupakan teman setia yang bertemu dalam rangka perbuatan kemaksitan kepada Allah.

Jika anda perhatikan wajah tukang sihir, maka dengan jelas anda akan melihat kebenaran apa yang telah saya sampaikan, dimana anda akan mendapatkan gelapnya kekufuran yang memenuhi wajahnya, seakan-akan ia merupakan awan hitam yang pekat.
Jika anda mengenali tukang sihir dari dekat, maka anda akan mendapatkannya hidup dalam kesengsaraan jiwa bersama istri dan anak-anaknya, bahkan dengan dirinya sendri sekalipun. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan terus merasa gelisah, bahkan dia akan senantiasa merasa cemas dalam tidur. Selain itu seringkali syaitan-syaitan itu akan menyakiti anak-anaknya atau istrinya serta menimbulkan perpecahan dan perselisihan di antara mereka. Mahabesar Allah Yang Mahaagung yang telah berfirman:
“Artinya : Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”. [Thaahaa : 124]
[Disalin dari kitab Ash-Shaarimul Battaar Fit Tashaddi Lis Saharatil Asyraar edisi Indonesia Sihir & Guna-Guna Serta Tata Cara Mengobatinya Menurut Al-Qur'an Dan Sunnah, Penulis Wahid bin Abdissalam Baali, Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i]

_________
Foote Note

[1] Tahziibul Lughah (IV/290)

[2] Lisaanul Arab (IV/290).

[3] Ibid

[4] Beliau berkata dalam Maaqayisul Lughah (507), suatu kaum berkata: Sihir adalah mengeluarkan kebathilan dalam bentuk yang haq, dan dikatakan, sihir adalah tipuan. Mereka berdalil dengan perkataan seseorang: Sesungguhnya jika anda menanyakan keberadaan kami, maka kami bagaikan burung dari golongan manusia yang tersihir. Seolah-olah yang dimaksud adalah orang yang tertipu.

[5] Al-Mishbaahul Muniir (267), penerbit al-Maktabah al-Ilmiyyah, Beirut.

[6] Al-Mujamul Wasiith (I/419), Darul Fikr.

[7] Muhiithul Muhiith (399), Beirut

[8] Al-Mishbaahul Muniir (268), Beirut

[9] Al-Mughni, (X/104).

[10] Zaadul Ma’aad, (IV/126)

[11] Baca kembali kitab : Wiqaayatul Insaan, (hal. 45).

Melawan dan Menangkal Santet

Santet dilawan? Ini tergantung kepada cara kita bersikap. Melawan santet bisa dengan banyak cara, dari yang paling aman seperti dengan cara di atas. Kemudian berikhtiar mencari orang pintar untuk mengembalikan/mengatasi kiriman santet. Atau sampai yang paling ekstrim, mencari orang yang kita yakini sebagai pengirimnya (Masya Allah, itu bisa fitnah, dan su’udzhon) atau bisa juga kita tidak peduli. Terserah mana yang ingin kita pilih.

Saya punya pandangan lain dalam kiat menghadapi santet. Khususnya Santet Halus ini. Menurut saya, percuma santet dilawan (kecuali dengan cara yang aman diatas), karena kita akan capai/lelah menghadapinya. Karakter pengirim biasanya pendendam. Jadi kalau sipengirim tidak berhasil, maka ia akan meminta tolong gurunya, dan demikian seterusnya. Apa kita mau menghabiskan waktu dan biaya serta tenaga untuk menghadapi hal-hal seperti itu? Dimana kita akan terus dirongrong oleh sipengirim, sampai ia merasa puas dan tujuannya tercapai. Seperti membuat kita tidak bahagia, senantiasa waswas. Harta habis buat berikhtiar dan banyak motivasi lainnya.

Ikhtiar saya yang paling aman untuk menghadapi santet adalah “menerimanya”. Lho, kok santet diterima, susah dong kita nantinya? Mungkin itu pertanyaan anda. Betul, kalau melihat tujuan sipengirim santet, maka agar tujuannya terpenuhi, maka setiap santet yang menyerang kita harus kita “terima”. Kalau tidak, ya siap-siap saja untuk menerima serangan berikutnya, dan terus dan terus begitu.

Nah, yang perlu disiasati adalah bagaimana cara menerima santet tersebut. Bukan begitu?

  • Boneka ‘DUMMY’ Penangkal

Begini logika cara kerjanya :

  • Pertama, buatlah “DUMMY” diri kita dan keluarga. Dummy ini adalah yang nantinya menjadi Image/Citra diri kita dalam bentuk objek tertentu, biasanya berbentuk boneka sederhana dari kain dan kapas.
  • Kemudian, “Isikan” Dummy tersebut dengan Hawa/Aura / Energi Hidup diri kita dan keluarga.
  • Kemudian “program” dummy tersebut agar seolah “hidup”. Nah, setiap serangan gaib, nantinya akan diterima oleh dummy kita tersebut. Dan si pengirim akan “merasa” seolah kirimannya telah sampai.

Simpelkan? Anda bisa tidur nyenyak, senantiasa berdoa memohon keselamatan dari Allah SWT. Dan Hidup TENANG.

Bagaimana dengan si pengirim? Jangan dipusingkan, kalau si dukun bilang santetnya sudah sampai, maka ia harus bayar ongkosnya kepada si dukun tadi. Kalau ngeliat kitanya tidak apa-apa, palingkan dia cari dukun lain, dan begitu terus. Akhirnya yang pusing ya dia, yang habis duitnya ya dia. Kalau duit udah habis, pikiran pusing kan yang sengsara juga dia.

Bagaimana detil cara membuat Dummy tersebut?

Nah, disini tidak dibutuhkan laku spiritual tertentu untuk “menghidupkan” dummy yang telah kita buat. Tetapi ingat, cara ini hanya untuk mencegah, jadi bila yang sudah kena ya harus diobati dulu.

Untuk Boneka ‘Dummy’ Penangkal ini dibutuhkan beberapa media, antara lain :

ü  36 batang rumput alang-alang uk membuat 1 buah boneka

ü  Kuku tangan dan kaki dari orang yg ingin membuat/dibuatkan penangkal ini.

ü  Rambut kepala 3/7 helai

ü  Bawang merah 1 siung yang melambangkan jantung.

ü  Jarum

ü  Benang 5 warna sepanjang 7 meter

ü  Kertas 5 warna

ü  Kain merah 1m persegi

Dari 36 batang ini 29 dipakai untuk membuat tubuh dan kakinya, sedang sisanya di jepit horizontal untuk tangannya.

..:: || Fenomena Santet Dalam Kehidupan

Santet tidak hanya dikenal di Jawa (Jawa Barat disebut teluh ganggaong atau sogra), melainkan hadir juga di berbagai daerah lain dengan beragam nama. Di Bali terkenal dengan desti, leak, atau teluh terangjana, di Maluku dan Papua dengan suangi, di Sumatra Utara begu ganjang, di Sumatra Barat; puntianak, dan masih banyak yang lain lagi. Di Afrika dikenal voodoo. Di belahan Eropa, orang mengenal tukang sihir.
Masih banyak istilah dengan teknik dan cara kerja yang sama dengan santet dipraktikkan di negara-negara lain, selain Indonesia. Santet, menurut Prof. Dr. Th. Ronny Nitibaskara, termasuk sorcery (ilmu tenung) atau witch craft (ilmu sihir).

“Keduanya masuk dalam black magic atau ilmu hitam,” kata guru besar kriminologi dari Universitas Indonesia itu.

Ilmu ini sudah digunakan sejak zaman Nabi Musa. Tentu kebanyakan dari kita tahu kisah ketika Nabi Musa ditantang oleh para tukang sihir yang dimiliki Raja Firaun. Walau itu atas perintah Tuhan, Musa melepaskan tongkat gembalanya. Jadilah tongkat itu ular besar yang mengalahkan ular-ular ciptaan para tukang sihir Firaun. Guru besar yang disertasinya mengenal kejahatan santet ini menyebutkan bahwa baik tenung maupun sihir dikatakan ilmu hitam karena tujuan penggunaannya.
Mengutip pendapat sosiolog asal Inggris, Raymond Firth, Prof. Ronny menyebutkan bahwa santet adalah tindakan yang merusak kesejahteraan orang lain dengan motif balas dendam atau sakit hati. Tindakan ini mengakibatkan sakit, kematian, dan berbagai bentuk penderitaan lain.

“Jadi tindakan ini dalam kaidah agama mana pun dianggap sebagai sebuah kejahatan. Demikian juga dalam kaidah hukum modern,” ungkap Ronny. Kejahatan metafisis ini dikirim oleh pelakunya dalam bentuk apa pun.
Mulai dari benda mati seperti tanah, paku, besi berkarat, jarum bahkan juga binatang entah itu kalajengking, ular juga kelelawar. Yang paling canggih, menurut Permadi, SH, anggota DPR RI yang juga dikenal aktif di bidang parapsikologi, santet bisa berupa penyakit modern yang ada sekarang ini, misalnya berupa kanker, pembengkakan kelenjar tiroid dan lain lain.

“Semua itu tergantung kepintaran sang dukun. Karena itu, dukun santet juga beragam tingkat ilmunya. Anggap saja ada yang masih SD, SMP, SMU, bahkan ada yang tingkat profesor untuk menggambarkan bahwa dukun itu sangat pintar,” papar Permadi.

Menurut Prof Ronny pengiriman santet bisa dengan cara imitative magic, misalnya membuat boneka kemudian menusuk boneka dengan jarum, atau menggunakan media foto yang kemudian dibakar. Bisa juga dengan cara contagious magic atau menggunakan benda-benda yang digunakan orang yang hendak dikirimi santet seperti pakaian, rambut dan sebagainya.

Sulit Dibuktikan

Menurut Permadi santet bisa dijelaskan dengan teori bahwa benda dengan molekul padat seperti paku atau berbagai hal lain bisa diubah menjadi bentuk energi yang tidak kelihatan (dematerialisasi) untuk kemudian diubah lagi menjadi benda padat setelah terkirim atau sampai pada seseorang yang dituju.

“Semua itu berkat kekuatan mind atau pikiran,” ujar Permadi.
Mirip dengan Permadi seorang ahli radiesthesi yang juga seorang pastor, Romo Handoyo Lukman, menyebutkan bahwa santet tak lebih dari induksi negatif yang ditujukan untuk mencelakakan orang lain atau merupakan energi alam yang dipermainkan secara tidak wajar.

Proses penyantetan, menurut Romo Lukman bukan merupakan hal yang tidak bisa dijelaskan. Ini adalah proses yang bisa dijelaskan secara ilmiah dengan teori elektrodinamika,” katanya.

Orang-orang tertentu, menurut Lukman, memiliki kemampuan mengubah materi menjadi energi. Dengan kemampuan itu juga energi dikirimkan ke tubuh korban lewat proses elektrodinamika. Karena pada dasarnya tubuh manusia mengandung muatan listrik, korban yang tidak kuat menahan kiriman energi yang mengenai tubuhnya akan menjadi sakit.

Namun, banyak juga yang berpendapat, salah satunya Prof. Tubagus Yuhyi, bahwa santet bisa terjadi akibat bantuan jin atau makhluk halus. Meski bisa dijelaskan sedemikian rupa, tidak ada yang bisa membuktikan jejak santet. Siapa yang mengirimnya sulit dibuktikan secara hukum. Yang jelas, akibat atau korban santet jelas dan nyata ada, seperti yang dialami Ahmad dan banyak orang lain lagi. Prof. Yuhyi yang juga ahli dalam menangkal santet dan salah satu dewan guru Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten menekankan bahwa siapa pun bisa kena santet, mulai dari bayi sampai orangtua.

“Namun, bila tingkat energi seseorang lebih tinggi dibanding tingkat energi sang pengirim santet, santet tidak tak mampu menembus seseorang,” tutur Permadi.

Prof. Yuhyi menegaskan bahwa orang takwalah yang bisa kebal dari santet. Kalaupun masih bisa tembus, setidaknya dalam kasus yang dialami Ahmad, bungkusan jarum yang dikirim padanya tidak akan pecah atau terbuka, sehingga menyebar ke seluruh tubuh.
Takwa pada Tuhan Meski kelihatannya menyeramkan, santet bisa ditangkal, “Asal kita bertakwa kepada Allah Sang pencipta, kita pasti selamat dan terlindungi,” kata Prof. Yuhyi. Bagi orang Islam, Yuhyi menyarankan agar menggunakan wirid atau doa seperti yang pernah diucapkan Nabi Muhammad saat menghadapi perang Badrar, “La Khaulawala Kuatailla Billahil Aliyil Adhiimi”, ayat ini berarti, “Tiada daya dan upaya atau kekuatan siapa pun yang mampu menandingi keperkasaan Allah.” Doa ini sebenannya bisa dilafalkan oleh siapa pun tanpa mengenal agama karena tidak terkait dengan akidah.
Namun, mereka yang beragama lain bisa juga menggunakan doanya masing-masing. Lain lagi dengan Romo Lukman. Pastor asal Belanda ini justru menemukan alat yang bisa menetralisasi energi negatif santet, sehingga tidak mempan masuk ke tubuh. Alat berupa kumparan ini terbuat dari tembaga berukuran panjang 7 cm tebal 2 cm, dengan beragam bentuk dan memiliki daya elektrostatiska yang mampu menyerap dan menetralkan energi yang berlebihan. Alat ini perlu di tempatkan dengan tepat karena kalau tidak fungsinya malah bisa terbalik. Sayang, hanya Lukman dan murid-muridnya saja yang baru bisa melakukannya.

Energi Positif

Cerita lain datang dari Rizca Natasuwarna. Lulusan ITB ini mengembangkan alat yang disebut teknologi generator energi positif (GEPP). Menurutnya, alat ini mampu menangkal santet. Bahkan, alat ini bisa digunakan untuk menangkap energi negatif yang terluap dari emosi di ruangan yang besarnya sebanding dengan stadion sepakbola. Saat uji coba yang diterapkan pada pohon pisang di Bandung, pohon tersebut tetap segar ketika disantet oleh penyantet dari Garut, akibat generator anti santet ini. Sementara pohon yang tidak dipasangi generator, langsung mati mengering.

Cara kerja GEPP sangat sederhana. Alat ini menyerap energi negatif yang ada di sekitar generator. Ini karena adanya energi prana positif dikeluarkan dari dalam bejana yang sudah dikemas dalam bentuk piramida. Energi prana positif tersebut dihasilkan dari kumparan yang sudah dibentuk sedemikian rupa yang mengolah 4 unsur alam. Alat ini ternyata tidak hanya menyerap energi negatif, melainkan juga mampu membalikkan energi negatif yang dikirim.

Sayang, kemampuan GEPP tidak lama. Baterainya tidak cukup tahan mengeluarkan energi sepanjang waktu. Alat ini harus diisi ulang setelah penggunaan 6 bulan. Selain itu, harganya juga tidak murah. Satu GEPP piramida harganya sekitar 2 juta, dan silinder 200 ribu.

Beberapa ahli lain mungkin memiliki cara yang berbeda lagi dalam hal menangkal santet. Ada yang dengan membukakan cakra-cakra atau pusat energi orang yang terkena. Ada yang menggunakan daun kelor. Ada pula yang menggunakan rajah-rajah tertentu. Seperti misalnya Prof. Dr. IGK Putra Wirawan, MM. Praktisi penyembuh dari Yayasan Prana Murti ini cukup menyentuh pasien, langsung membaik. Setelah pasien kelihatan membaik, pria asal Bali ini lalu memberi pasien minum air putih yang sebelumnya didoakan lebih dahulu agar kekuatan yang mengganggu sirna. Pesan Wirawan, mendekatkan diri pada Tuhan dan selalu bersikap baik pada setiap orang merupakan langkah terbaik untuk terhindar dari santet. Santet biasanya muncul atau dipicu oleh sikap kita, yang secara sengaja atau tidak, menyakiti orang lain sehingga orang tersebut menyerang kita dengan cara lebih kejam.

SANTET DAN ILMU GUNA-GUNA

Penyakit tidak saja disebabkan oleh virus, tempratur atau makanan namun penyakit bisa saja bikinan manusia. Santet sebuah kata yang sangat ngeri atau identik dengan dunia hitam, benarkah demikian? Atau hanya sekedar ungkapan untuk menakut-nakuti seseorang.
Percaya atau tidak ilmu santet sebenarnya ada, dan memang bisa dipelajari oleh manusia asalkan dengan tekun dan di bimbing oleh guru yang mahir. Mempelajari ilmu santet sebenarnya sulit tidak seperti kata orang, sebab ilmu ini sangat rahasia dan sangat hebat, apabila disalah gunakan bisa meyebabkan bahaya bagi si pelaku atau korban.
Sebelum mempelajari ilmu santet ini terlebih dahulu seorang murid akan disumpah oleh gurunya agar mempergunakan ilmunya dengan baik, dengan mengikuti prosesi. Menurut pengalaman penulis, sewaktu belajar ilmu ini di daerah SULAWESI, sebelumnya harus mengikuti prosesi dari guru penulis. Dalam prosesi itu penulis diajak ke tengah hutan yang lebat, tepat di tengah hutan ada sebuah kolam kuno yang tidak terpakai, di tengah malam yang gelap gulita guru penulis komat-kamit baca mantra dan….  maaf penulis tidak sebutkan prosesinya. Penulis memang mempelajari ilmu santet dan guna-guna, maklum pengetahuan supranatural yang satu ini cukup mengesankan untuk menambah khasanah pengetahuan.
Setelah penulis merampungkan prosesi tersebut barulah diberikan pelajaran tentang ilmu santet, pada dasarnya ilmu santet bukanlah ilmu yang bersifat destruktif, namun protektif bagi pemilik ilmu tersebut. Dalam ilmu santet yang penulis pelajari tidak ada diajarkan bagaimana untuk membunuh atau menyakiti lawan, tetapi bagaimana menggunakan emosi lawan sebagai senjata yang menikam dirinya sendiri.
Ilmu santet berasaskan DEMATRIALISASI mengubah energi menjadi benda serta benda menjadi energi, energi inilah yang dipakai untuk melukai lawan dengan emosi dari sang lawan. Contoh sederhana, apabila seseorang sering marah-marah tentu gejolak jantung dan tekanan darahnya tidak seimbang, bagi tukang santet bayaran menghadapi lawan seperti ini sangat mudah, merubah energi jantung menjadi panas, sehingga lawan akan merasakan tubuhnya terbakar dan panas, lama-lama tidak tahan atau kalau dibawa kedokter dikasi obat penurun panas sepanjang obatnya masih bisa turun begitu obat habis kambuh dan lebih hebat lagi… panasnya… (yang paling). Begitulah bentuk-bentuk dari ilmu Dematrialisasi apapun bentuknya sama saja sifat serta karakternya ada juga perut seseorang kembung, dicek sama dokter lever, tahu-tahu dari pusar keluar rambut yang bergulung dan sangat panjang.
Yang sangat mengerikan lagi adalah ilmu santet yang sengaja dilancarkan memakai kekuatan mahkluk mahkluk gaib, seperti danyang, setan, serta iblis, ilmu santet jenis ini sangat ganas, lebih ganas dari tumor. Jenis santet seperti ini adalah jenis yang umum sekali di miliki oleh dukun-dukun hitam, alasanya mempelajari ilmu santet jenis ini sangat gampang, tinggal kerjasama dengan dunia roh hitam dan memberi imbalan maka santetpun berjalan mulus (take and give).

APAKAH SETIAP ORANG BISA KENA SANTET

Pada dasarnya asalkan manusia masih memilki emosi berpeluang kena ilmu santet, namun kendati demikian Setan ciptaan Tuhan, malaikat-pun ciptaan Tuhan, di sinilah Tuhan membuktikan dengan hukum kebenaran. Artinya tidaklah gampang menyantet orang yang mempunyai iman, kesadaran, serta kasih, setinggi apapun ilmu santet yang dimiliki, jangan pernah coba-coba untuk menyantet orang seperti itu, sebab energi akan terbalik, energi negatif diubah menjadi positif (bumerang). Begitu juga tidak gampang untuk bisa menyantet, sebab ilmu ini sangat berbahaya serta menjerumuskan kita ke lembah hitam yang dalam.
Penulis pernah mempunyai ilmu seperti itu, akibat ilmu itu juga penulis hampir mati, untunglah Tuhan masih memberikan kesempatan pada akhirnya penulis dipertemukan dengan seorang yang mempunyai kesadaran Tuhan yang tinggi, hanya dengan SEGELAS AIR akhirnya semua ilmu penulis luntur tanpa bekas dan tak berdaya.
Ilmu santet memang ada, dan tidak gampang menyantet manusia atau guna-gunai seseorang, dan ingat semua ada balasanya, bermain-main dengan energi hitam maka energi hitam itu akan memakan kita. Hukum dalam alam semesta ini adalah kamu berbuat maka kamu akan menuai apapun bentukanya, pikiran perbuatan, kata-kata, energi, dll semuanya sama.

Tukang Santet Dihukum Mati di Majapahit

SANTET atau tenung ini memang sulit dibuktikan, tetapi orang percaya bahwa santet itu ada. Tanpa tanda-tanda terlebih dahulu, ada orang tiba-tiba muntah darah, dari mulutnya keluar paku, silet dan sebagainya. Dari mana barang-barang itu masuk? Tidak mungkin orang memakan benda-benda seperti itu. Orang lalu menyebutnya kena santet. Perbuatan seperti itu sudah setua peradaban manusia. Di belahan bumi mana pun. Di Amerika Latin, santet disebut pula voodoo. Legenda Calon Arang di Bali, juga kental bernuansa santet. Jadi sudah ada sejak dahulu kala.

Bahkan di zaman keemasan Majapahit, sudah ada aturan tersendiri untuk menghukum para tukang santet seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Majapahit. Kriteria santet juga dicantumkan dalam peraturan tersebut.

Antara lain disebutkan :

  • Barangsiapa menulis nama orang lain di tulang, atau batok kelapa, darah dan sebagainya, lalu merendamnya di air, namanya santet. Yang melakukannya diancam hukuman mati oleh raja.
  • Ada pula pasal lainnya, yakni barangsiapa menulis nama orang lain di kain kafan, peti mati atau keranda, disebut santet. Pelakunya diancam hukuman mati oleh raja.
  • Ada satu pasal lagi jadi kriteria perbuatan santet di zaman Majapahit, yakni barang siapa menanam patung orang dari tepung di kuburan dan diberi nama seseorang, atau menggantungkannya di dahan pohon, di sanggar, atau di persimpangan jalan, itu berbahaya. Maka pelakunya harus dihukum mati oleh raja.

Dunia santet, memang sudah diatur di zaman Majapahit. Termasuk mengelompokkan perbuatan apa saja yang bisa disebut santet. Dalam kitab suci agama kenabian, perbuatan menyantet orang itu menggunakan tenaga jin. Pelakunya dosa besar, jika tidak mau bertobat kelak setelah mati masuk neraka.

Ada surat dan ayat tertentu dalam kita suci agama kenabian yang bisa digunakan untuk menangkal santet dan ilmu hitam lainnya. Membaca ayat atau surat seperti yang dimaksud saat menjelang tidur, bisa bebas dari gangguan santet.

Sedang menurut pengetahuan Kejawen, untuk menghindarkan diri dari serangan ilmu santet, cukup dengan tidur di lantai. Tidak ada keterangan pasti kenapa untuk menghindarkan diri dari santet cukup hanya dengan tidur di lantai, bukan di ranjang.

Lalu apa tanda-tanda orang kena santet? Ada yang mengatakan jika sesorang selalu merasa gelisah, tidak tenteram tanpa jelas sebabnya, kemungkinan orang itu kena santet. Karena santet memang bermacam-macam jenisnya. Tetapi yang jelas, jika seseorang menyerahkan diri kepada kekuasaan-Nya, memohon perlindungan-Nya, besar kemungkinan luput dari serangan santet.

Kekuatan Ilmu Santet

Pada dasarnya ilmu santet adalah ilmu yang mempelajari bagaimana memasukkan benda atau sesuatu ke tubuh orang lain dengan tujuan menyakiti.
Benda ini bisa saja misalnya sebuah paku atau seekor binatang berbisa yang dikirim secara gaib untuk dimasukkan ke tubuh seseorang dengan tujuan menyakiti orang tersebut.
Seperti ilmu-ilmu lain yang ada di dunia, santet bisa merupakan ilmu putih atau ilmu hitam tergantung dari penggunaan ilmu ini apakah untuk kebaikan atau untuk kejahatan. Tetapi dalam aplikasinya ilmu putih ini dipadukan dengan ilmu-ilmu lain sehingga bisa dikatakan diselewengkan (dihitamkan) oleh pelakunya, misalnya yang aslinya digunakan untuk menidurkan bayi yang rewel agar bisa terlelap, oleh maling ilmu ini diselewengkan untuk menidurkan calon korbannya.
Ilmu untuk meluluhkan hati orang yang keras atau kalap tetapi diselewengkan fungsinya untuk membuat orang lain terlena bujuk rayunya. Kasus yang terakhir ini marak yang umum kita kenal dengan istilah gendam.
Walaupun proses santet yang gaib ini sulit dimengerti secara ilmu pengetahuan, tapi secara logis santet dapat dimengerti sebagai proses de-materialisasi. Pada saat santet akan dikirim, benda-benda seperti paku, jarum, beling, ataupun inatang berbisa ini diubah dari materi menjadi energi.
Kemudian dalam bentuk energi, benda ini dikirim menuju sasaran. Setelah tepat mengenai sasaran, energi ini diubah kembali menjadi materi. Sehingga apa-apa yang tadi dikirim, misalnya beling dan binatang berbisa akan masuk ke tubuh seseorang yang merupakan sasaran santet. Selanjutnya secara otomatis benda-benda yang tadi dimasukkan melalui santet ini akan menimbulkan kesakitan pada tubuh orang yang disantet.
Selanjutnya penulis akan membahas ilmu santet lebih ke arah santet sebagai ilmu hitam. Berdasarkan pengetahuan penulis, ada dua jenis santet menilik dari jenis kekuatan yang dijadikan sumber kekuatannya.

Pertama adalah santet yang dalam prosesnya memanfaatkan kekuatan makhluk gaib seperti jin, setan, dan makhluk gaib lainnya. Dalam pelaksanaannya, pelaku santet akan bekerja sama dengan makhluk gaib sebagai media pengiriman santet.
Untuk mengajak si makhluk gaib untuk dijadikan “kurir” ini tentu saja pelaku santet harus memberikan imbalan sesuai yang diminta oleh sang kurir. Imbalan bisa berupa sesaji khusus yang diperuntukkan makhluk gaib sebagai makanan untuknya.
Imbalan juga dapat berbentuk lain sesuai permufakatan makhluk gaib dengan pelaku santet. Setelah imbalan yang dijanjikan disepakati, maka “sang kurir” pun akan melakukan tugasnya membawa santet menuju sasaran.
Ada kasus misalnya sesaji atau imbalan yang disepakati lalai atau tidak dilaksanakan oleh pelaku santet, maka dalam kasus ini bisa saja si makhluk gaib akan meminta tumbal dari pelaku santet. Sehingga bisa disimpulkan hal ini lah yang merupakan resiko bagi para pelaku santet.
Kedua, adalah santet yang bersumber dari kekuatan batin. Santet dengan metode ini membutuhkan kekuatan batin yang biasanya diperoleh dari laku spiritual.
Pada saat penggunaannya santet dengan kekuatan batin biasanya dibantu dengan kekuatan visualisasi (pembayangan) yang kuat dari pelaku. Misalnya santet dengan menggunakan media bambu apus yang ketika hendak digunakan terlebih dahulu dibacakan mantera-mantera tertentu, setelah itu pelaku santet memusatkan konsentrasi, visualisasi dan berniat menyumbat kubul dan dubur si jabang bayi (sasaran).
Konon, dengan cara demikian, seseorang yang dituju tidak bisa buang air besar maupun air kecil. Sehingga pada hakikatnya kekuatan santet ini bersumber dari memusatan kehendak batin saja. Sedangkan peran dari ritual, seperti membaca mantera atau laku tirakat lain merupakan sarana penunjang yang mampu membantu visualisasi batin sehingga bertambah kuat.

Sedang santet sendiri ada beberapa macam. Berdasarkan kekuatan yang digunakan untuk melakukan/mengirim santet itu sendiri, maka saya kelompokan dalam 3 golongan

  • Golongan tingkat rendah/dasar

Golongan pada tingkatan ini paling marak di Indonesia. Banyak sekali pengguna dan penggunaannya. Baik oleh kalangan professional (dukun dan paranormal) maupun masyarakat awam yang tidak menguasai ilmu metafisika apapun.

Tingkatan awal ini hanya  menyerang tubuh fisik dan tubuh energy. Dikarenakan proses ritual yang masih menggunakan sesajian dan di tingkatan ini sesajian digunakan untuk ‘menyuruh’ makhluk ghaib untuk menyerang korbannya. Karena proses dan penggunaan energinya tidak tetap, dan bergantung pada sesaji, biasanya pada tataran ini santet tidak memiliki daya kekuatan yg cukup lama.

Bila diukur dalam skala biometer dari nilai 1-9, tingkatan ini hanya mencapai nilai 3-4.

  • Golongan tingkat menengah

Pada tingkatan ini mulai menggunakan media bantu seperti jimat, roh, atau kekuatan supra natural – supra rasional yang berkekuatan tetap.

Biasanya pada prakteknya, juga menggunakan benda dan, atau,  bagian tertentu dari milik sang calon korban, benda-benda itu dapat berupa rambut, kuku, baju, sapu tangan, hingga tanah di sekitar rumah korban.

Dan benda tersebut akan disatukan dengan media yang akan digunakan. Jika hal tersebut berhasil dilakukan maka bila kekuatan media dan benda yang digunakan tidak dimusnahkan, maka korban tidak akan bisa sembuh seperti sedia kala.

Disebut berkekuatan tetap, karena medan energy yang dikirimkan dalam rentang dan jarak yang stabil sehingga dapat mempengaruhi korban lebih dalam dari tingkatan rendah/dasar. Tingkatan ini mulai  menyerang tubuh fisik, tubuh pikiran, dan tubuh energy.

Bila diukur dalam skala biometer dari nilai 1-9, tingkatan ini hanya mencapai nilai 6-7.

  • Golongan tingkat tinggi

Pada tingkat tinggi penggunaan media bantu hanya sebagai pelengkap dalam ritual santet itu sendiri. Karena pada dasarnya seorang penyantet pada tataran ini tidak membutuhkan apapun karena memiliki medan energy yang stabil, kuat dan berkesinambungan. Selain mempengaruhi korban dengan santetnya, pelaku juga dapat menguasai kondisi fisik, tubuh energy dan pikiran, pelaku sudah mampu menguasai energy roh dalam diri korban. Bahkan mempengaruhinya secara utuh. Baik berupa sakit penyakit hingga gangguan psikis dan spiritual.

Bila diukur dalam skala biometer dari nilai 1-9, tingkatan ini hanya mencapai nilai 9.

Tetapi dari 3 golongan tersebut dibagi lagi dalam 3 kategori besar.

  • Pertama Santet Kasar,

Seperti menggunakan media bantu seperti racun atau ramuan kimia tertentu yang dapat mengakibatkan kerusakan fungsi tubuh bahkan kematian.

  • Dan kedua Santet Halus,

Menggunakan piranti ghaib, seperti pusaka, jimat-jimat tertentu, jin / perewangan (makhluk ghaib), dan sebagainya.

  • Yang terakhir Santet Telekinetik.

Pada tingkatan ini termasuk paling susah dijinakkan, apalagi dinetralisir. Karena keakuratan dan kedalaman factor dendam / sakit hati (psikologis) pelaku pada sang korban. Namun hal ini akan lebih efektif dan mematikan jika sang pelaku melaksanakan sendiri santetnya tanpa bantuan pihak ke tiga (paranormal ataupun dukun).

Sedang Santet telekinetik, hasilnya selalu kepada psikologis penerimanya. Tetapi ingat, karena pikiran juga menguasai tubuh, maka bisa saja, walaupun fisiknya tidak terdapat kelainan apapun, tetapi si penerima akan merasakan gangguan yang sangat kepada fungsi tubuhnya. Jadi ketika dibawa ke dokter dan dilakukan pemeriksaan medis, maka realitasnya tidak ditemukan penyakit. Memang tidak akan ditemukan penyakit, karena yang diserang adalah pikirannya.

Contoh hasil dari santet ini, seperti semua penyakit yang tidak bisa dideteksi secara medis. Nightmare atau mimpi seram. Halusinasi, seperti melihat fenomena penampakan makhluk gaib, mendengar suara-suara yang tidak jelas, memanggil-manggil nama kita, atau menyuruh kita melakukan sesuatu. Bahkan sampai melakukan aktifitas seksual atau bunuh diri.

Memang kategori ke 3 golongan santet yang sesungguhnya sangat berbahaya, walaupun ketiganya sama bahayanya. Nah, kembali kepertanyaan awal, kenapa saya percaya adanya santet.

Pertama, diluar apapun. Dengan percaya adanya santet, membuat kita senantiasa waspada atau eling. Artinya, dengan meningkatkan iman dan taqwa kita, senantiasa memohon perlindungan keselamatan dari Allah SWT untuk diri kita dan keluarga. Ini bagus dalam kaitan riyadhoh kepada Allah.

Kedua, kita senantiasa berusaha menjaga sikap dan prilaku kita. Menghindari permusuhan dsb. Tetapi sialnya, kadangkala pengirim santet tidak peduli, bagaimanapun baiknya sikap kita kepadanya, rasa sirik dan dengki kadang melebihi segalanya. Disinilah peran yang pertama tadi sangat berperan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.